Film Box Office Jackie Chan Selalu Wajib Kita Tonton

Film box office Jackie Chan jumlahnya banyak sekali melampaui jari tangan anda sehingga rasanya benar adanya apabila kita wajib menontonnya. Sebagai bagian dari pemeran pria senior regional Asia, Jackie Chan masih belum menunjukkan tanda ingin pensiun meninggalkan dunia perfilman.

Jackie terakhir kali muncul memerankan tokoh utama dalam sebuah film box office berjudul The Foreigner pada 2017 lalu. Seandainya wabah Covid-19 tidak menyerang bumi, mungkin saja ia sudah menelurkan karya terbarunya tahun ini karena ia termasuk aktor produktif.

jackie chan stuntmaster

Virus Corona tak hanya menyebabkan sejumlah pegiat film menghentikan sementara kegiatannya, melainkan industrinya pun mandek karena khawatir bioskop menularkan penyakit. Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan seperti misalnya memberi jarak selang satu kursi, namun cara tersebut nampaknya kurang efektif.

Kondisi serba terkekang membuat sejumlah pencinta film mulai sakaw dan menggigil kedinginan akibat kurangnya asupan tontonan menarik untuk ia konsumsi. Kalau memang demikian, mengapa tidak mencoba membunuh waktu dengan streaming film via smartphone maupun laptop favorit anda di kamar tidur.

Selain lebih rileks karena bisa sambil rebahan, keuntungan lainnya yaitu kita bisa melakukan pause jika ingin ke toilet dan sebagainya. Memanjakan diri sembari menyaksikan adegan silat Jackie Chan sama serunya bahkan melebihi aksi film Kungfu Hustle karya Stephen Chow.

Film Box Office Jackie Chan Berhasil Berkat Disiplin Terhadap Idealisme

Memasuki usia senja 66 tahun, film box office Jackie Chan masih terus bertambah koleksinya dan masih menunjukkan semangat besar membuatnya. Berawal dari stuntman dalam adegan perkelahian Bruce Lee, kini namanya telah mendapat pengakuan dari seluruh dunia berkat kiprahnya di Hollywood.

Sebagai seorang praktisi kungfu, Jackie Chan mampu mengambil hati masyarakat yang tinggal pada belahan bumi bagian barat berkat sentuhan komedinya. Koreografi hasil karya Jackie Chan selalu tampil dengan fluid, smooth, dan tidak terasa kaku seperti gerakan kungfu pada umumnya.

jackie chan sutradara perfeksionis

Artis bidang bela diri maupun pertarungan laga di Hollywood pun turut mengacungi jempol terhadap aksi Jackie dalam memanfaatkan berbagai macam benda. Bermacam – macam inovasi terus ia ciptakan mulai dari bermain dengan kursi, meja, lubang ventilasi, hingga tangga lipat, bahkan dasi.

Berkutat pada seni akting semenjak awal 1970 membuat koleksi film nya begitu banyak melebihi lima puluh judul belum termasuk sekuelnya. Jika menjumlahkan semua penampilan termasuk perannya sebagai cameo, Jackie telah muncul setidaknya seratus film sepanjang kariernya dalam dunia film.

Atas semua kerja keras serta jerih payahnya yang turut mengharumkan nama bangsa, pemerintah Hongkong memberinya penghargaan bergengsi lifetime achievement. Telapak tangan Jackie Chan diabadikan dalam sebuah lantai beton bertuliskan nama serta tanda tangannya pada Hongkong Avenue of Stars.

Pintu Masuk Hollywood Lewat Film Rush Hour

Film box office Jackie Chan tidak akan bisa menumpuk sebanyak ini apabila tidak ada pintu masuknya pertama kali yaitu Rush Hour. Pertama kali masuk Amerika Serikat pada 1998 pasca krisis moneter, Jackie Chan dengan berani melangkahkan kaki ke Hollywood mengandalkan bantuan Chris Tucker.

Jikalau kita terbiasa melihat Jackie Chan membintangi sekaligus mengarahkan jalannya cerita suatu film, kali ini agak sedikit berbeda sentuhannya. Kursi sutradara Rush Hour dipegang oleh Brett Ratner yang berarti Jackie hanya mengisi peran utama saja, tidak lebih dari itu.

Pintu Masuk Film Box Office Jackie Chan Lewat Film Rush Hour

Pertama kali tayang perdana di bioskop tanggal 18 September 1998, pendapatannya luar biasa mengagumkan mengingat kurs dolar sedang melambung tinggi. Total pemasukan secara global dari seluruh dunia atas film Rush Hour ini sedikit lagi menyentuh US $250 juta.

Filmnya mengisahkan tentang seorang detektif asal Hongkong bernama Lee yang mengemban misi penting dari pemerintah Tiongkok. Pasalnya, anak perempuan dari pejabat diplomat asal China mengalami penculikan sehingga ia harus menyelamatkannya sebelum memakan korban dan membahayakannya.

Detektif Lee tidak menyia – nyiakan waktu dan segera berangkat ke Los Angeles demi menunaikan misi rahasia kelas tinggi dari atasannya. Kelucuan terjadi manakala ia bertemu dengan Carter, seorang detektif berkebangsaan Amerika Serikat sebagai partner kerja selama berada di negeri paman Sam.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *