Review Film Joker Versi Joaquin Phoenix Mendapat Rating R

Review film Joker banyak dibahas oleh berbagai pengamat dunia perfilman, dan semuanya sepakat menyimpulkan bahwa Joker berhak mendapat rating R. Pasca mereka selesai menonton Joker lalu keluar dari theater bioskop, kesannya serupa yaitu film ini penuh adegan berlumuran darah.

Todd Philips selaku sutradara utama memilih untuk membuat alur film yang seharusnya bertema superhero melenceng jauh ke psychology thriller. Namun hal itu tidak menjadi sebuah masalah, pasalnya studio DC Comis yang memiliki lisensi Joker terbiasa menelurkan film bertema kelam.

Review Film Joker Versi Joaquin Phoenix Mendapat Rating R

Suatu hari pada tahun 1981-an, hiduplah seorang pelawak gagal bernama Arthur Fleck, masih memendam cita – cita sebagai stand up comedy-an. Ia hidup penuh tekanan sosial mencakup ketiadaan revolusi kontra budaya terhadap orang kaya penghuni kota Gotham yang hancur carut marut.

Keadaan semakin bertambah parah manakala Arthur ternyata diketahui mengalami gangguan pada otak yang merusak sarafnya ketika merespon sesuatu peristiwa. Alhasil, ia tidak bisa mengontrol senses of humor dalam dirinya, menyebabkan ia tertawa tanpa sebab sewaktu – waktu tanpa henti.

Demi mengobati penyimpangan perilaku yang ia alami, Arthur mesti rajin berkunjung ke dinas pelayanan sosial supaya menerima resep obat. Naas baginya, suatu hari dalam perjalanan menuju klinik, Arthur terkepung oleh sekelompok berandalan ingin merampok serta mengeroyoknya hingga babak belur.

Review Film Joker Terbaru Langsung Viral Di Sosial Media

Dalam review film Joker terbaru yang viral pada bermacam-macam sosmed, kisah berlanjut pada rasa iba dari teman Arthur yaitu Randall. Setelah mengetahui bahwa Arthur baru saja tertimpa musibah perampokan, Randall berinisiatif menghadiahinya senjata api demi melindungi diri sendiri jika terulang. Bila kalian ingin melihat review film lainya bisa di saksikan di sini review film besutan hanung bramantyo.

Ayah Batman Berhubungan

Suatu ketika, penyakit Arthur kambuh kala dirinya sedang menumpang kereta bawah tanah, membuat tetangganya Sophie kebingungan melihat tingkah anehnya. Setelah mengetahui tentang penyakit Arthur, mereka akhirnya bersahabat dengan baik, bahkan Arthur mengundang Sophie ke acara stand-up comedy bersama – sama.

Berapa lama kemudian, Arthur pergi mengunjungi rumah sakit berniat menghibur pasien anak kecil yang murung akibat opname terkait berbagai penyakit. Sebuah peristiwa akan mengubah nasib Arthur selamanya, manakala ia tidak sengaja menjatuhkan pistol dalam sakunya karena terlalu seru melawak.

Randall takut dipecat oleh perusahaan apabila terungkap bahwa pistol tersebut adalah miliknya, sehingga ia memfitnah bahwa Arthur membelinya seorang diri. Akhirnya Arthur resmi kehilangan pekerjaan, dengan langkah lunglai dan masih mengenakan riasan badut ia pulang naik kereta bawah tanah kembali.

Dalam keadaan kambuh, Arthur mendapat perundungan dari tiga orang mabuk yang ternyata merupakan kelompok orang kaya di kota Gotham. Karena kesulitan mengendalikan perilakunya, Arthur menembaki ketiga pemabuk tersebut sampai tewas meregang nyawa berujung viralnya berita kematian beberapa hari setelahnya.

Ayah Batman Berhubungan Erat Dengan Kronologi Terbentuknya Joker

Melanjutkan epic nya review film Joker, siapa sangka perbuatan Arthur malah menggerakan kesadaran sebagian besar penduduk Gotham akan kesenjangan sosial. Beberapa saat setelah viralnya berita pembunuhan tiga orang kaya yang mabuk, banyak terjadi unjuk rasa oleh massa lengkap memakai topeng badut.

Review Film Joker Terbaru

Thomas Wayne sebagai aktivis politik merasakan keresahan dan prihatin akan kerusuhan tersebut, sehingga berinisiatif mengambil kursi kepemimpinan sebagai walikota Gotham. Ia juga mengutuk perbuatan para pendemo, serta melakukan perlawanan balik dengan menyetop bantuan subsidi terkait dinas pelayanan sosial dan kesehatan.

Kondisi Arthur semakin memburuk akibat penghentian bantuan layanan dinas kesehatan dari pemerintah, sehingga ia tidak menerima terapi pengobatan terkait penyakitnya. Ia dipermalukan oleh pembawa acara stand up bernama Murray Franklin akibat tertawa tanpa sebab sepanjang melawak di atas panggung.

Semakin terpukul karena insiden tersebut disiarkan secara live, Arthur semakin murung dan pulang dengan badan lunglai ke rumah tempat tinggalnya. Betapa terkejut dirinya manakala ia mendapati surat dari ibunya untuk walikota Thomas Wayne berpesan bahwa Arthur adalah anak haram mereka.

Mencoba mencari penjelasan, justru ibunya menjadi stres sehingga jatuh sakit dan harus diopname akibat keadaannya semakin melemah. Dalam kebingungan mendalam, ia membunuh ibunya sendiri lalu berniat mengincar nyawa Thomas Wayne sekeluarga.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *