Sinopsis Film Coco Penuh Pesan Moral Produksi Studio Animasi Disney

Sinopsis film Coco saat meluncur ke publik pada 2017 lalu sukses mendapat standing applause dari para penonton tayangan perdananya. Sebagian besar penonton berasal dari kalangan kritikus ternama, dan Coco dibanjiri pujian serta penuh haru biru karena kisahnya begitu menyentuh.

Sebagai sebuah film animasi, Coco tentunya mengandalkan teknologi CGI supaya tampilan 3D nya terlihat mulus dan rapi secara sempurna. Duet maut studio Pixar bersama Disney selalu saja berhasil menggemparkan publik manakali mereka merilis film terbaru ke pasar theater dunia.

Sinopsis Film Coco

Ide orisinil milik sutradara kondang Lee Unkrich bekerja sama dengan Adrian Molina menghasilkan perpaduan sempurna dalam setiap adegan syuting.  Kisahnya secara garis besar berpusat pada kehidupan anak kecil usia 12 tahun yang sedang menuju tahap remaja bernama Miguel.

Latar belakang kejadian Coco mendapat inspirasi dari perayaan terkenal di Meksiko bertajuk Day of The Dead yang merupakan festival rakyat. Pixar fokus menyempurnakan keseluruhan plot semenjak permulaan tercetusnya film ini tepat satu tahun sebelum jadwal perilisan Coco berputar di layar lebar.

Mendapat jatah biaya produksi senilai US $175 juta, Coco adalah proyek animasi hasil merger Disney dan Pixar pertama yang out of the box. Wajar saja, sebab kedua perusahaan animasi raksasa ini belum pernah menggarap film dengan semua tokohnya berasal dari Amerika Latin asli.

Sinopsis Film Coco Menyentuh Hati Para Penonton Di Bioskop

Alkisah hiduplah seorang anak kecil periang dan bersemangat bernama Miguel yang tinggal sebagai penduduk desa di wilayah Santa Cecilia, Meksiko. Ia memiliki impian ingin berprofesi sebagai musisi ternama apabila dirinya telah dewasa nanti, namun terhalang oleh ultimatum dari keluarga besarnya.

Sinopsis Film Coco Menyentuh Hati Para Penonton Di Bioskop

Sinopsis film Coco memperlihatkan beberapa adegan sekilas akan kehebatan film ini meramu cerita rakyat menjadi sebuah maha karya. Miguel mempunyai nenek moyang yaitu mendiang ‘mama Imelda’ yang dulunya menikah bersama seorang pria penuh passion dan menggemari musik.

Suatu hari, suami mama Imelda memutuskan untuk merantau ke kota demi mengadu nasib sembari bertekad ingin menjadi penyanyi terkenal. Ia meninggalkan istri tercinta dan putri kesayangannya bernama Coco dengan harapan dapat mengangkat derajat hidup mereka melalui jalan musik.

Entah mengapa sebabnya, lelaki itu tidak pernah kembali kepada keluarganya sehingga mama Imelda sakit hati merasa ditelantarkan oleh pasangan hidupnya. Semenjak saat itu, ia bersumpah akan membenci musik selamanya dan mengultimatum seluruh keturunannya untuk mengamalkan mandat keramat darinya sampai mati.

Mencoba memperbaiki taraf hidup, Imelda berjuang keras menafkahi keluarga kecilnya sebagai pengrajin sepatu demi tercukupinya kebutuhan sehari – hari. Miguel merupakan cicit dari Coco yang kini telah menjadi nenek tua renta dan hampir pikun total sehingga sulit mengingat sejumlah memori dalam hidupnya.

Petualangan Menuju Dunia Orang Mati Berpadu Tema Musik

Sinopsis film Coco berlanjut pada babak berikutnya di mana Miguel mulai mengalami konflik karena tidak tahan akan tekanan dari keluarga besarnya. Diam – diam dalam hatinya ia begitu mengagumi sosok penyanyi tersohor bernama Ernesto de la Cruz, bahkan mempelajari musik ciptaannya secara tersembunyi.

Petualangan Menuju Dunia Orang Mati Berpadu Tema Musik

Menjelang hari perayaan Day of the Dead, Miguel tanpa sengaja menyenggol foto leluhurnya sehingga jatuh dan kacanya pecah berkeping – keping. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa sesungguhnya darah musisi mengalir dalam tubuhnya dari pihak kakek moyang misterius tanpa nama.

Miguel mengambil kesimpulan itu karena melihat foto sang kakek dengan bagian wajahnya menghilang terselip di balik bingkai foto. Pada foto tersebut, gitar milik musisi Ernesto de la Cruz dipegang oleh sang kakek buyut sehingga Miguel merasa bingung sekaligus excited.

Setelah peristiwa itu, Miguel memantapkan diri untuk mengejar jalan mimpi nya sebagai musisi papan atas di seluruh penjuru Meksiko. Ia bertekad ingin tampil dan menunjukkan bakatnya kepada khalayak ramai pada ajang pencarian bakat festival Day of the Dead.

Intensitas cerita semakin memanas manakala gitar legendaris di museum Ernesto de la Cruz dicuri oleh Miguel tanpa sepengetahuan orang lain. Siapa sangka bahwa ternyata gitar tersebut adalah benda perantara yang bertindak sebagai gerbang menuju ke dunia orang mati.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *